3 MITOS YANG ADA DI DANAU TOBA

 


MITOS PORKAS4SG - Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki sejumlah keunikan. Dalam praktiknya, Danau Toba masuk PORKAS4SG dalam lima daftar Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia.

Dengan keindahan alamnya, tak heran jika telaga yang terletak di tengah Pulau Sumatera bagian utara ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berwisata ke Tanah Batak.

Namun dibalik keindahannya, terdapat sejumlah mitos porkas4sg terkait danau sepanjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer ini.

1. Mitos Ikan Mas Raksasa


Salah satu mitos yang paling sering dikemukakan warga sekitar adalah tentang ikan mas raksasa.

Mitos ikan mas ini sudah diyakini secara turun temurun oleh masyarakat sekitar Danau Toba. Dedi (35), salah seorang warga, menceritakan legenda tersebut sudah ada sejak masa kakek buyutnya.

“Dulu ada orang bernama Toba, awalnya mancing di sungai dapat ikan mas,” kata Dedi saat berbincang dengan PORKAS4SG

Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun temurun, ikan yang ditangkap dapat berbicara dan memohon kepada manusia untuk tidak memasaknya. Ikan tersebut kemudian juga bisa berubah menjadi seorang putri yang sangat cantik.

Pria bernama Tobaitu itu kemudian menikah dengan putri cantik jelmaan ikan mas. Namun sang putri mengajukan satu permintaan yang harus dipatuhi Toba, yaitu agar tidak ada seorang pun yang mengetahui asal usulnya. Kemudian dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Samosir.

Suatu hari, Samosir diminta mengirimkan makanan kepada ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Namun di tengah perjalanan, makanan yang dibawanya dimakan oleh Samosir.

"Bapaknya kemudian tahu kalau bekal itu dimakan anaknya. Sang bapak marah dan berteriak, 'Dasar ikan kecil'," kata Dedi.

Tobatak sadar ia telah melanggar sumpahnya. Tiba-tiba langit menjadi gelap dan hujan deras, air pun keluar dari bawah tanah yang membuat desa tersebut terendam.

Di saat yang sama, Putri dan Samosir tiba-tiba menghilang saat desa tersebut terendam. Berdasarkan cerita tersebut, masyarakat setempat percaya bahwa Danau Toba dan Pulau Samosir adalah perwujudan setan ikan dan putranya.

2. Mitos Batu Gantung Menangis


Batu Tangisan Gantung merupakan salah satu ciri khas wisata Danau Toba. Lokasi tepatnya berada di pinggir Danau Toba, Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun.

Sebenarnya Batu Gantung merupakan fenomena panorama berupa pahatan batu yang bergelantungan di tepi Danau Toba.

Namun dibalik itu ada mitos seputar fenomena Batu Gantung. Selena (32), warga asli Parapat, mengatakan mitos Batu Gantung bermula dari kisah seorang gadis bernama Seruni yang dipaksa dijodohkan oleh orang tuanya.

Gadis itu menolak dijodohkan karena sudah memiliki pria idamannya. Kemudian ia memutuskan untuk bunuh diri dengan melompat dari tepi tebing Danau Toba.

“Sang putri ingin menikah dengan orang tuanya, tapi dia tidak mau, jadi dia bunuh diri dengan anjingnya,” kata Selena saat menceritakan mitos Batu Gantung.

Saat itu, Seruni memutuskan untuk melompat dari tepian tebing Danau Toba bersama anjing kesayangannya. Namun saat melompat, rambut Seruni tersangkut di dahan pohon.

Hal ini membuat Seruni bergelantungan di pepohonan bersama anjingnya yang kemudian dikenal dengan nama Batu Gantung.

"Jadi dia seperti Batu Gantung. Terlihat anjingnya juga tergantung," jelas Selena.

3. Mitos Naga Penghuni Danau Toba


Salah satu mitos yang juga berkembang di kalangan masyarakat adalah naga yang hidup di Danau Toba.

Sejumlah warga meyakini bahwa naga yang hidup di danau tersebut merupakan anak dari seorang pria bernama Toba yang berubah menjadi naga dan masih menjaga danau tersebut. Hal itu diakui salah satu warga, Bona (48).

“Saya pernah dengar mitosnya. Katanya nelayan di sekitar sini sering melihatnya di bawah air, tapi masih belum bisa dibuktikan kebenarannya,” kata Bona.

Komentar